Dalam sebuah lombaan lari karung, seorang anak bernama Yafi menjadi salah satu peserta dari 10 finalis.Banyak orang menyangsikan kalau Yafi yang bakal menang dalam lomba lari karung tersebut, karena dibandingkan dengan kesembilan lawannya, Yafi kalah dalam berbagai hal. Postur tubuhnya ceking dan kecil, tidak menampakkan bahwa dia adalah seorang yang punya kemampuan dalam lari karung. Selain itu kesembilan lawannya selalu menjuarai lomba lari karung di kampung ini.
Saat yang dinantikan tiba, kesepuluh peserta telah siap di lapangan pacu. Sesaat sebelum dimulai Yafi menyela, “ Sebentar” lalu ia menengadahkan tangannya seraya berkomat kamit mengucapkan sesuatu yang tak jelas.
Suasana lomba menjadi riuh rendah oleh suara dukungan dari para supporter. Tak satupun yang mendukung Yafi. Tetapi kenyataan, Yafilah yang menjadi pemenang dalam perlombaan lari balap karung tersebut.
Saat pembagian hadiah, yafi naik keatas podium. Sebelum memberikan hadiah ketua panitia berkata “ Anak kecil, tadi kau pasti berdo’a kepada Tuhan, agar bisa mengalahkan peserta yang lain dan keluar menjadi juara, dan doamu sekarang terkabul.”
Yafi terdiam sejenak, lalu menjawab : Bukan pak, bukan itu yang ku minta pada Tuhan. Tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya mohon pada Tuhan, supaya aku tidak sedih dan menangis, jika memang ternyata aku kalah.”
Semua Hadirin terdiam beberapa saat mendengar penuturan Yafi, namun kemudian terdengar gemuruh tepuk tangan menyambut kata-kata Yafi yang sangat menyentuh.
Renungan :
Yafi tidak berdoa untuk dapat mengalahkan lawannya dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya, ia juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua keinginan dan harapannya, ia tak berdoa untuk menang dan manyakiti yang lainnya. Namun ia berdoa agar diberi kekuatan, kemuliaan hati saat menghadapi itu semua, dan menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan agar doa kita terkabul, terlalu sering kita ego ingin menjadi yang nomor satu, menjadi yang terbaik dalam setiap kesempatan. Dan terlalu sering kita berdoa pada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata, padahal bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan, Tuntunan, dan panduan – Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?
Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng ataupun putus asa serta mudah menyerah pada keadaan. Sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan seorang hamba yang tangguh dan sholeh. Jika kita dapat mengambil hikmah dibalik musibah dan kekurangan itu.
Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru...
Bunga selalu mekar...
dan Mentari selalu bersinar..
Tapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi pelangi di setiap badai,
Senyum di setiap air mata,
Berkah di setiap cobaan,
dan jawaban di setiap do'a.
Life is so beautiful.
Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan.
slalu ingat ;
1 hal yg buat kita Bahagia adalah kasih sayang,,,
1 hal buat kita Dewasa adalah Masalah,,,
1 hal buat kita Hancur adalah Putus Asa,,,
1 hal buat kita Maju adalah Usaha,,,
1 hal buat kita Kuat adalah DOA.
Bunga selalu mekar...
dan Mentari selalu bersinar..
Tapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi pelangi di setiap badai,
Senyum di setiap air mata,
Berkah di setiap cobaan,
dan jawaban di setiap do'a.
Life is so beautiful.
Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan.
slalu ingat ;
1 hal yg buat kita Bahagia adalah kasih sayang,,,
1 hal buat kita Dewasa adalah Masalah,,,
1 hal buat kita Hancur adalah Putus Asa,,,
1 hal buat kita Maju adalah Usaha,,,
1 hal buat kita Kuat adalah DOA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar