Senin, Desember 12, 2011

Awalan Me dan Pe

1. Awalan Me-
Sifat:
©            Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem awal vokal, k, g, h akan mengalami morfofonemis menjadi meng-,
contoh:
me+hilang          = menghilang.
me+kasih            = mengasih
me+gantung       = menggantung
©            Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem awal l, m, n, r, ng, ny, w, dan y akan mengalami morfologis,
contoh:
me+lawan           = melawan
me+maaf            = memaaf
me+niat              = meniatkan
me+ronda           = meronda
me+nganggur     = menganggur
me+nyanyi         = menyanyi
me+waris            = mewarisi
me+yakin           =meyakinkan
©            Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem awal d, t, c, dan j akan mengalami morfofonemis menjadi men-,
contoh:
me+dobrak         = mendobrak
me+tabung         = menabung.
me+ cari             = mencari
me+ jalan            = menjalankan
©            Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem awal p, b, dan f akan mengalami morfofonemis menjadi mem-,
contoh:
me+banting        = membanting.
me+patuk           = mematuk
me+fasilitas        = memfasilitasi
©            Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem awal s, sy akan mengalami morfofonemis menjadi meny-,
Contoh:
Me+sapu                        = menyapu.
Me+syair            = menyair
©            Bila dipasangkan dengan bentuk dasar bersuku satu akan mengalami morfofonemis menjadi menge-,
Contoh:
Me+ bom            = mengebom.
Me+pel               = mengepel
Jadi, prefiks me- mempunyai beberapa variasi bentuk, yaitu men-, mem-, meny-, meng-, menge-, dan yang tidak mengalami morfofonemis me-.
Prefiks me- jika dipasangkan dengan kata dasar berbentuk apapun akan membentuk kata kerja.



2. Awalan Pe-
Sifat:
*      Membentuk kata benda.
*      Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem l, m, n, r, ng, ny, dan w akan mengalami morfologis, cth: pemain.
*      Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem d, t, c, dan j akan mengalami morfofonemis menjadi pen-, cth: pendatang.
*      Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem p, b, dan f akan mengalami morfofonemis menjadi pem-, cth: pembela.
*      Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem s akan mengalami morfofonemis menjadi peny-, cth: penyapu.
*      Bila dipasangkan dengan bentuk dasar bersuku satu akan mengalami morfofonemis menjadi penge-, cth: pengebom.
*      Bila dipasangkan dengan bentuk dasar berfonem awal vokal, k, g, h akan mengalami morfofonemis menjadi peng-, cth: pengayuh.
*      Bila kata dasar yang melekat merupakan kata sifat, maka maknanya: alat untuk … (pembersih), yang memiliki sifat … (pemarah), Yang menyebabkan … (pembersih), yang bersifat … (pemuda)
*      Bila kata dasar yang melekat merupakan kata benda, maka maknanya: pekerjaan seseorang (petani), alat untuk … (penggaris, penghapus), yang membuat jadi… (perusak).
Bila kata dasar yang melekat merupakan kata kerja, maka akan memiliki makna yang melakukan… (pemain, pekerja).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar