
“Anak-anak, jadi air itu sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, tanpa air, kita semua akan mati.” Begitu kesimpulan dari seorang guru kepada murid-muridnya yang saat itu sedang belajar tentang air di tepi sebuah sungai kecil di pinggiran sekolah.
Kesimpulan dari sang guru ini didengarkan oleh seekor ikan kecil yang sedang berenang. Mendengar itu ia menjadi gelisah dan ingin mencari dimana air itu sebenarnya. Berhari hari ikan kecil itu berenang kesana kemari, dari hulu ke hilir, setiap penghuni air yang ia jumpai selalu ia ceritakan tentang kesimpulan seorang guru yang ia dengar tersebut. Dan ia selalu bertanya dimana air sebenarnya. Tak satupun yang tahu dimana air itu berada.
Sampai pada suatu hari, ia bertemu dengan seekor ikan yang sudah sangat sepuh, kembali ia menceritakan dan bertanya pada ikan sepuh tersebut. “Tak usah gelisah anakku, air yang kau cari berada disekeliling mu. Sekarang kita berada dalam air, dan benar, tanpa air kita akan mati.”
MANUSIA KADANG MENGALAMI SITUASI SEPERTI INI, MENCARI KEHIDUPAN DAN KEBAHAGIAAN KESANA KEMARI, PADAHAL IA SEDANG MENJALANINYA, BAHKAN KEBAHAGIAAN SEDANG MELINGKUPINYA, SAMPAI-SAMPAI DIA TIDAK MENYADARI BAHWA KEBAHAGIAANNYA MELEBIHI KEBAHAGIAAN ORANG LAIN.
RENUNGAN :
Kita akan selalu memandang rumput di halaman tetangga selalu lebih subur dan hijau daripada rumput di halaman sendiri.
Mantabs,,, pak...
BalasHapus@ Kang Prabu : nuhun atuh kang....bru dalam tahap belajar nih.
BalasHapus